Warga Puri Lestari Cibitung Resah, Anak Ular Kobra Masuk Permukiman Saat Musim Hujan

Seorang warga Perumahan Puri Lestari, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, mencoba menangkap seekor anak ular kobra yang ditemukan di lingkungan permukiman warga, Minggu (5/1/2025). Kemunculan ular berbisa tersebut membuat warga resah, terutama saat musim penghujan. (Foto/ist)

ESSENSI.CO, KABUPATEN BEKASI – Memasuki puncak musim penghujan, warga Perumahan Puri Lestari, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, dibuat resah dengan kemunculan sejumlah anak ular kobra yang menyusup ke kawasan permukiman.

Peristiwa tersebut terjadi di Blok D Gang Camelia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya tiga ekor anak ular kobra ditemukan warga dalam beberapa waktu terakhir. Dua ekor dilaporkan masuk ke dalam rumah, sementara satu ekor lainnya ditemukan berada di halaman rumah warga.

Salah seorang warga menuturkan, ular pertama kali diketahui masuk ke dalam rumah dan langsung dibunuh karena dianggap sangat membahayakan keselamatan penghuni.

“Ular itu tiba-tiba muncul di dalam rumah. Karena takut membahayakan, langsung kami bunuh,” ujar warga setempat.

Kejadian serupa dialami Urip, warga Blok D, yang mengaku terkejut saat mendapati seekor anak kobra berada di dalam kamar tidurnya.

“Saya kaget sekali, ular itu ada di kamar. Sempat mau ditangkap, tapi malah kabur masuk ke selokan,” ungkap Urip.

Tak berselang lama, pada siang hari, seekor anak kobra kembali ditemukan di pekarangan rumah warga lainnya. Pemilik rumah mengaku terkejut saat membuka pintu dan melihat ular tersebut berdiri tegak di samping sepeda motor miliknya.

“Begitu buka pintu, saya langsung mundur karena lihat ular sudah berdiri. Sangat mengagetkan,” katanya.

Kemunculan berulang anak ular kobra ini menimbulkan kekhawatiran di tengah warga, terutama karena banyak anak-anak yang kerap bermain di sekitar lingkungan perumahan.

Warga menduga kondisi lingkungan yang lembap serta banyaknya saluran air dan semak menjadi pemicu munculnya hewan berbahaya tersebut.

Warga berharap pihak terkait, seperti pemerintah desa maupun instansi berwenang, segera turun tangan untuk melakukan penanganan dan antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami minta segera ada tindakan. Jangan sampai nanti ada korban, apalagi anak-anak,” ujar seorang warga lainnya. (**)