Polres Depok Lakukan Pengamanan dan Edukasi Pelajar Jelang Aksi Demo Buruh

Polres Metro Depok melakukan sosialisasi kepada pelajar agar tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi buruh hari ini, Kamis 18 Agustus 2025. Foto: Istimewa

ESSENSI.CO, DEPOK – Untuk menjaga situasi tetap kondusif selama rencana aksi demo buruh pada Kamis (28/8/2025), Polres Metro Depok menurunkan 180 personel di sejumlah titik strategis di Kota Depok, Jawa Barat. Selain pengamanan, langkah ini juga dimaksudkan untuk mencegah keterlibatan pelajar dalam aksi demonstrasi.

Beberapa titik yang menjadi fokus pengamanan meliputi Jalan TL Juanda, Flyover UI, Bogor 8, serta sejumlah stasiun kereta seperti Stasiun UI, Pondok Cina, Depok Baru, Depok Lama, Citayam, dan Bojong Gede. Titik-titik tersebut dianggap sebagai jalur strategis yang sering dilalui peserta aksi menuju Jakarta.

Sebagai bagian dari langkah pencegahan, aparat kepolisian juga menyambangi berbagai sekolah guna memberikan imbauan secara langsung kepada para pelajar agar tidak ikut serta dalam aksi unjuk rasa.

Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras, menegaskan bahwa fokus utama pelajar adalah belajar, bukan turun ke jalan.

“Kami bersama pihak sekolah juga memeriksa barang bawaan pelajar dan absensi kehadiran untuk memastikan tidak ada siswa yang berangkat ke lokasi demo,” ujarnya.

Polisi menekankan akan memberikan sanksi sesuai ketentuan jika terbukti ada pelajar yang terlibat dalam aksi. Imbauan ini bertujuan agar siswa tidak mudah dipengaruhi pihak yang tidak bertanggung jawab.

Langkah sosialisasi ini juga merupakan tindak lanjut dari evaluasi kejadian sebelumnya, di mana sejumlah pelajar sempat ikut serta dalam aksi massa. Beberapa pelajar yang sempat diamankan hari ini saat menuju aksi telah dipulangkan ke sekolah masing-masing.

Sementara itu, puluhan personel kepolisian tetap disiagakan di halaman Polres Metro Depok untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan jumlah massa.

“Kami ingin memastikan jalur aman dan pelajar terlindungi dari ajakan-ajakan yang tidak seharusnya atau bersifat emosional,” tutup Kombes Abdul Waras.